jump to navigation

Tips Menulis Cerita Anak April 27, 2009

Posted by Muhammad Ilham in Tips.
Tags: , ,
trackback

Berbeda dengan plot/alur cerita umum, biasanya cerita anak lebih sederhana dan dirancang agar mudah dipahami. Saya memang bukan ahlinya, tapi kemarin saya baru saja menyelesaikan sebuah cerita anak dengan rumus yang saya bikin sendiri yang kali ini saya coba bagi dengan teman-teman semua. Semoga berguna.

Bagian 1: Aksi tokoh Perkenalan tokoh yang dibuat sesimpatik mungkin agar menarik perhatian pembaca muda. Pembukaan dengan adegan yang lebih rumit biasanya menceritakan kejadian yang tidak ada hubungannya dengan tokoh agar lebih kompleks dan padat. Tapi kali ini di pembukaan, kita langsung memperkenalkan tokoh dan kehidupan yang dijalani sang tokoh. Misalnya: Antonio seorang siswa SD yang pendiam sejak ayahnya meninggal.

Bagian 2: Terjadi Terjadi sesuatu, bisa yang langsung berhubungan dengan tokoh, bisa juga tidak. Misal: Ibu Antonio dipecat dari tempatnya bekerja dan mereka terpaksa pindah dan menumpang di rumah seorang bibi yang seorang janda tanpa anak dan hidup sendiri selama bertahun-tahun.

Bagian 3: Sosial Menceritakan hubungan sehari-hari antara sang tokoh dengan orang-orang di sekitarnya, dan tanpa sengaja sang tokoh menemukan sesuatu yang berhubungan dengan kejadian yang menimpa mereka. Misal: Antonio berbincang dengan ibunya, dan terungkap bahwa perusahaan ibunya bangkrut dan seluruh karyawan terpaksa dipecat tanpa jaminan. Ibunya menangis, Antonio memberikan dukungan kasih sayang. Bibi ikut mendengar perbincangan dan ikut merasa bersimpati.

Bagian 4: Putus asa Sang tokoh merasa putus asa dan marah atas kejadian yang menimpa mereka. Misal: Antonio merasa semakin terpuruk. Pertama kematian ayahnya, kemudian pemecatan ibunya dan sekarang ibunya harus bersusah payah mencari pekerjaan baru. Antonio mulai memikirkan sesuatu untuk membantu ibunya.

Bagian 5: Lokasi berbeda Membawa tokoh ke seting yang berbeda. Misal: Antonio pergi ke agen koran dan melamar sebagai loper koran terbitan sore, sehingga dia bisa bekerja sepulang sekolah.

Bagian 6: Aksi penting Inti cerita. Masalah yang diperseterukan antar tokoh. Misal: Antonio jatuh sakit. Akhirnya terungkap mengapa Antonio jatuh sakit. Ibu Antonio marah karena anaknya bekerja sebagai loper koran.

Bagian 7: Proses Terjadi masalah yang menyusul masalah yang sudah ada. Misal: Antonio diam-diam melanjutkan pekerjaannya mengantar koran, dan tanpa disangka dia diserang anak-anak berandal yang mencuri semua uangnya. Dia terpaksa mengadu pada Ibu dan bibinya. Ibu marah besar sekaligus sedih. Bibi ikut mempertanggungjawabkan kerugian kepada agen koran. Kali ini, kata ibu, Antonio harus benar-benar berhenti. Ibu sudah mendapat pekerjaan bagus di kota dengan penghasilan yang lumayan. Antonio terpaksa menuruti.

Bagian 8: Singkat cerita (Semi-epilog) Bagian semi-epilog. Kilasan kehidupan sang tokoh setelah melalui semua masalah. Misal: Antonio tak lagi bekerja sebagai loper koran. Mereka masih menumpang di rumah Bibi tapi Ibu sudah mendapat pekerjaan dan berpenghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Bagian 9: Mengungkap rahasia Menceritakan sisi-sisi kehidupan lain sang tokoh yang diceritakan lebih mendalam. Misal: Antonio mendapat juara kelas. Mereka berziarah ke makam ayah. Hal-hal sedih terjadi ketika Antonio mulai berbincang seolah-olah ayahnya ada disana.

Bagian 10: Kesimpulan/pesan Kesimpulan dari seluruh cerita. Bisa jadi pesan moral yang dibicarakan secara terbuka, bisa jadi epilog, bisa juga fakta unik dibalik kisah sang tokoh. Misal: Ternyata seluruh kisah diceritakan oleh Antonio sendiri yang saat ini sudah dewasa. Dia menceritakan ibunya juga sudah meninggal dan tinggal berdua bersama Bibi yang sudah tua. Dia dan bibinya bernasib sama. Yang satu tak berayah dan beribu. Yang satu tak bersuami dan beranak-cucu.

Rumus ini bisa digunakan untuk cerita yang lebih menantang seperti petualangan seperti yang saya lakukan sendiri. Kita tinggal mendeskripsikan setiap poin yang tersedia. Dan sebuah cerita pun sudah bisa kita bangun. Contoh untuk kisah petualangan:

Bagian 1: Jun, Anjani dan Rio adalah tiga bersaudara yang sifatnya saling bertolak belakang.

Bagian 2: Ada orang yang hilang saat mereka liburan di rumah Nenek mereka

Bagian 3: Mereka mencari informasi soal misteri hilangnya orang itu dari penduduk desa, dan tanpa sengaja berkenalan dengan karakter baru, bernama Anwar.

Bagian 4: Mereka meributkan soal misteri hilangnya penduduk desa yang masih tak terpecahkan. Terjadi pertengkaran antara Jun dan Anjani. Tampaknya penyelidikan mereka akan dihentikan.

Bagian 5: Anjani masih dongkol, dia gagal saat berusaha membaca buku sendirian di gubuk dekat sungai, pikirannya masih terganggu oleh misteri yang belum terpecahkan. Dia memerhatikan sebuah lubang yang tertutupi semak, tapi tidak bisa menduga lebih jauh lagi apa dan bagaimana lubang itu terhubung dengan fasilitas desa. Terlalu besar untuk sebuah lubang tempat berdiamnya ular atau untuk irigasi. Rio, si bungsu datang dan membujuk kedua kakaknya agar berbaikan. Akhirnya mereka kembali bersatu. Dan penyelidikan pun dilanjutkan. Anwar menemukan petunjuk. Sebuah sumur.

Bagian 6: Rio tanpa sengaja merusak bibir sumur yang mereka selidiki dan terperosok kedalamnya. “Aku tidak apa-apa! Hey, lihat, ada lubang!” teriaknya dari dalam kegelapan. Satu per satu ketiga sisa anak lainnya masuk kedalam sumur. Mereka menelusuri lubang yang ada di dalam sumur dengan senter, dan muncul di sebuah goa yang besar dan lembab.

Bagian 7: Petualangan pun dimulai. Mereka diserbu kawanan kelelawar, terperosok dan berhenti di aliran sungai bawah tanah. Mereka terperosok kembali dan tercebur kedalam sungai. Hanyut dibawa arus, dan dari sebuah ceruk yang gelap, muncul sebuah tangan yang menyelamatkan mereka. Jun dan Rio yang pingsan tersadar di sebuah ruangan goa yang lebih kecil dari sebelumnya. Mereka melihat Anjani duduk di sebuah tempat duduk dari batu dan berbincang dengan seseorang yang bisa mereka lihat. Dari kegelapan, muncul Anwar dan seorang laki-laki kurus berberwok yang tersenyum pada mereka. Ternyata laki-laki itu adalah orang yang diberitakan hilang oleh penduduk desa.

Bagian 8: Orang hilang itu, Bondan, menceritakan bagaimana dia bisa selamat. Dan membawa anak-anak itu ke sebuah dunia lain dibalik pintu-pintu goa yang menganga. Sebuah dunia dibawah dunia. Mirip seperti kisah Perjalanan Ke Pusat Bumi.

Bagian 9: Mereka berusaha kembali, tapi Bondan menolak untuk kembali karena sudah betah di tempat yang ia diami sekarang. Tiba-tiba tanah yang tidak stabil bergetar. Langit-langit goa seakan mau runtuh. Anak-anak memperingatkan Bondan agar ikut dengan mereka kembali keatas, tapi laki-laki itu bersikeras. Rio yang bersandar di bibir goa terjatuh saat bibir goa itu roboh dan hancur. Mereka berusaha menyelamatkan diri. Mereka berlari keluar dari mulut goa dan berhasil mencapai sungai bawah tanah. Mereka hanyut dibawa arus, dan sampai di sungai yang terdapat di belakang rumah nenek, dari lubang yang dulu sempat menarik perhatian Anjani saat ia duduk-duduk di gubuk di tepi sungai.

Bagian 10: Mereka malaporkan keberadaan Bondan, petugas polisi tiba dan segera mengevakuasi jasad tak bernyawa Bondan yang malang. Dunia bawah tanah itu pun tak lagi bisa dijamah kecuali seseorang berkeinginan kuat suatu hari menggalinya kembali. Anjani menangis di pelukan Jun saat melihat tubuh Bondan dikeluarkan dari sumur. Mereka menceritakan soal dunia bawah tanah itu pada polisi, tapi polisi cuma saling berpandangan bersikap tidak percaya. Anak-anak menceritakan pada Nenek dan mengatakan polisi tampaknya tidak percaya pada omongan mereka. Nenek bilang “I trust in you kids…” dan memeluk ketiga anak. Anwar ragu-ragu saat Nenek memandangnya, kemudian bergabung dalam pelukan. Liburan masih terisa beberapa hari. Anak-anak kembali bermain bersama. Di sumur yang sudah ditutup, seekor kupu-kupu hinggap diatasnya. Seorang anak yang bermain dengan kelerengnya, tanpa sengaja melontarkan kelerengnya masuk kedalam sumur. Dia menyingkirkan penutup kayu dari bibir sumur dan melongo kedalam sumur yang gelap. Embusan udara mengibarkan rambut anak itu. Kakinya menginjak kelereng di tanah dan terpeleset masuk kedalam sumur.

Comments»

1. Enci - February 13, 2010

mudaha-mudahan jadi penyemangat untuk memulai membuat cerita anak…hatur nuhun

2. ester embram - April 20, 2010

inspirasional buat saya, thanks


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.